Selamat Datang di http://bibing.co.nr/Nikmati kelebihannya. Ada semua info yg berguna bahkan ada mainannya juga. Enjoy this!

Saturday, September 19, 2009

Kesalahan Ucap oleh Pejabat Negara

Kamis, tanggal 17 September 2009, kita bersuka cita atas pengumuman resmi tewasnya Noordin Mohammad Top oleh Polri. Namun, kita harus tetap memperhatikan penggunaan bahasa yang benar termasuk ucapan Kapolri. Ada dua kesalahan mencolok. Yang pertama adalah

penggunaan kata "kita" pada bagian yang seharusnya menggunakan kata "kami". Lalu tentang kata "kronologis"(kata sifat) yang seharusnya "kronologi"(kata benda).
Mau tau lanjutannya...

Wednesday, September 16, 2009

Pemukiman atau Permukiman?

Kebanyakan media massa saat ini kurang memperhatikan pilihan kata yang digunakan. Sebagai contoh adalah pilihan kata untuk mengungkapkan suatu tempat yang digunakan sebagai tempat tinggal sejumlah orang. Menurut pangamatan saya media massa dalam pemberitaannya ada yang menggunakan kata permukiman

Kebanyakan media massa saat ini kurang memperhatikan pilihan kata yang digunakan. Sebagai contoh adalah pilihan kata untuk mengungkapkan suatu tempat yang digunakan sebagai tempat tinggal sejumlah orang. Menurut pangamatan saya media massa dalam pemberitaannya ada yang menggunakan kata permukiman dan ada juga yang menggunakan kata pemukiman yang biasanya dirangkai dengan kata penduduk. Tetapi, apa arti kata permukiman dan pemukiman adalah sama? Tentu tidak. Untuk mengetahui makna kedua kata mari kita lihat kata dasar aktif yang digunakan. Kata permukiman memiliki kata dasar aktif bermukim sehingga memiliki arti utuh tempat yang digunakan untuk bermukim, sedangkan kata pemukiman memiliki kata dasar aktif memukimkan sehingga memiliki arti utuh tempat yang digunakan untuk memukimkan. Oleh karena itu, media massa hendaknya memperhatikan pemilihan kata yang akan digunakan.
Mau tau lanjutannya...

Imbau atau Himbau

"Media yang digunakan untuk mengimbau wajib pajak adalah Surat Himbauan."

Kalimat di atas adalah contoh kalimat yang mengandung kebingungan yang sangat mendalam. Pembuat kalimat tidak tahu manakah kata yang benar, imbau atau himbau. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak didapati kata imbau karena kata yang benar adalah himbau. Jadi saya himbau Anda untuk rajin mengunjungi ttp://bibing.co.nr/ .

"Media yang digunakan untuk mengimbau wajib pajak adalah Surat Himbauan."

Kalimat di atas adalah contoh kalimat yang mengandung kebingungan yang sangat mendalam. Pembuat kalimat tidak tahu manakah kata yang benar, imbau atau himbau. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak didapati kata imbau karena kata yang benar adalah himbau. Jadi saya himbau Anda untuk rajin mengunjungi ttp://bibing.co.nr/ .
Mau tau lanjutannya...

Kata Serapan untuk Istilah dalam Bidang Teknologi

Meskipun belum ada lema dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk beberapa istilah teknologi namun beberapa harian nasional telah mengindonesiakan kata-kata tersebut. Seperti yang dilakukan Koran Tempo yang menggunakan kata kilobita dan gigabita sebagai bentuk pengindonesiaan dari kata kilobyte dan gigabyte. Dan juga untuk kata

Meskipun belum ada lema dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk beberapa istilah teknologi namun beberapa harian nasional telah mengindonesiakan kata-kata tersebut. Seperti yang dilakukan Koran Tempo yang menggunakan kata kilobita dan gigabita sebagai bentuk pengindonesiaan dari kata kilobyte dan gigabyte. Dan juga untuk kata situs jejaring sebagai terjemahan kata website, kata unduh untuk download, dan unggah untuk upload. Tetapi ada juga beberapa kata yang telah masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia seperti kata mouse dan keyboard. Kata mouse diterjemahan menjadi tetikus dan kata keyboard diterjemahkan menjadi papan tombol. Jadi rajin-rajinlah buka situs jejaring saya.
Mau tau lanjutannya...

Peka

Kita sering mendengar beberapa saudara kita dari suku-suku tertentu yang mengucapkan huruf e dengan bunyi é(seperti pada kata merah). Bahkan saya pernah disangka meniru-niru aksen salah satu suku saat saya mengucapkan kata "peka". Ternyata

Kita sering mendengar beberapa saudara kita dari suku-suku tertentu yang mengucapkan huruf e dengan bunyi é(seperti pada kata merah). Bahkan saya pernah disangka meniru-niru aksen salah satu suku saat saya mengucapkan kata "peka". Ternyata memang tidak banyak yang tahu bahwa huruf e pada kata peka diucapkan pé-ka sama seperti pengucapan huruf e pada kata merah. Tetapi sekali salah kaprah tetaplah salah kaprah. Masyarakat menganggap bahwa huruf e pada kata peka diucapkan seperti huruf e pada kata benar. Semoga kita peka dengan kesalahkaprahan yang terjadi di sekitar kita.
Mau tau lanjutannya...

Tuesday, September 15, 2009

Apa itu Sistemik?

Akhir-akhir ini, kata "sistemik " cukup akrab di telinga kita. Ya benar, kata ini menjadi populer karena kasus yang dialami Bank Century. Ditambah lagi kata ini diucapkan oleh salah satu pejabat negara kita. Tetapi apakah kata yang dipakai oleh pejabat negara dan banyak oleh dipakai oleh media massa selalu benar? Tentu tidak. Oleh karena itu kita perlu mengkaji pemilihan kata oleh media massa saat ini salah satunya kata "sistemik".

Akhir-akhir ini, kata "sistemik " cukup akrab di telinga kita. Ya benar, kata ini menjadi populer karena kasus yang dialami Bank Century. Ditambah lagi kata ini diucapkan oleh salah satu pejabat negara kita. Tetapi apakah kata yang dipakai oleh pejabat negara dan banyak oleh dipakai oleh media massa selalu benar? Tentu tidak. Oleh karena itu kita perlu mengkaji pemilihan kata oleh media massa saat ini salah satunya kata "sistemik". Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "sistemik" tidaklah dikenal karena kata yang dipakai untuk mengungkapkan tentang suatu kondisi yang saling berhubungan atau bertalian ialah kata "sistemis". Jadi marilah kita cermati penggunaan bahasa di negara sebagai wujud rasa memiliki agar bahasa kita tidak diklaim negara lain.
Mau tau lanjutannya...

Pecinta atau Pencinta?

"Paijo memelihara banyak binatang karena dia memang seorang pecinta hewan."
"Seorang pencinta alam sejati tidak pernah mau menginjak tanaman."

Apakah Anda merasa ada yang ganjal dari contoh kalimat di atas? Kebanyakan dari Anda pasti merasa bahwa contoh kalimat di atas adalah wajar-wajar saja. Tetapi manakah yang benar? Pecinta ataukah pencinta? Hal yang perlu kita perhatikan dalam menganalisis sebuah kata adalah bentuk dasar aktifnya.

"Paijo memelihara banyak binatang karena dia memang seorang pecinta hewan."
"Seorang pencinta alam sejati tidak pernah mau menginjak tanaman."

Apakah Anda merasa ada yang ganjal dari contoh kalimat di atas? Kebanyakan dari Anda pasti merasa bahwa contoh kalimat di atas adalah wajar-wajar saja. Tetapi manakah yang benar? Pecinta ataukah pencinta? Hal yang perlu kita perhatikan dalam menganalisis sebuah kata adalah bentuk dasar aktifnya. Sebagai contoh, kata dasar aktif dari pecinta adalah bercinta jadi arti keseluruhan kata pecinta adalah orang yang bercinta dengan sesuatu. Sedangkan kata dasar aktif dari pencinta adalah mencintai sehingga makna utuhnya adalah orang yang mencintai sesuatu. Jadi sekarang, apakah Anda masih merasa sebagai pecinta hewan atau pecinta yang lain?
Mau tau lanjutannya...

Awalan me- bertemu kata berawalan huruf "p"

"Mengapa kamu mau memeluknya?"
"Budi tidak mempedulikan anaknya yang kelaparan."

Perhatikan dua contoh kalimat di atas. Saya rasa Anda sudah memahami kaidah umum dalam Bahasa Indonesia bilamana kata kerja yang diawali huruf k,p,t,dan s diberi prefiks me- akan meluluh. Seperti pada contoh kalimat pertama, kata dasar peluk diberi awalan me- menjadi memeluk bukan mempeluk.

"Mengapa kamu mau memeluknya?"
"Budi tidak mempedulikan anaknya yang kelaparan."

Perhatikan dua contoh kalimat di atas. Saya rasa Anda sudah memahami kaidah umum dalam Bahasa Indonesia bilamana kata kerja yang diawali huruf k,p,t,dan s diberi prefiks me- akan meluluh. Seperti pada contoh kalimat pertama, kata dasar peluk diberi awalan me- menjadi memeluk bukan mempeluk. Tetapi bagaimana dengan contoh kedua? Apakah ada yang salah? Tidak. Setelah saya amati ternyata tidak semua kata dengan huruf awal "p" tidak meluluh seperti kata percaya, peduli, dan perkosa(jika Anda menemukan lagi mohon beri tahu saya). Saya juga telah memastikannya dengan memeriksa Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Mau tau lanjutannya...

Acuh atau Tak Acuh?

"Budi termasauk orang yang acuh terhadap lingkungan".
"Mengapa kamu selalu bersikap tidak acuh seperti itu?".

Apa pendapat Anda terhadap dua contoh kalimat di atas? Apakah Anda mulai bertanya apa sebenarnya arti kata acuh? Menurut pengamatan saya, saat ini terjadi banyak kesalahan dalam penggunaan kata acuh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata acuh berarti

"Budi termasauk orang yang acuh terhadap lingkungan".
"Mengapa kamu selalu bersikap tidak acuh seperti itu?".

Apa pendapat Anda terhadap dua contoh kalimat di atas? Apakah Anda mulai bertanya apa sebenarnya arti kata acuh? Menurut pengamatan saya, saat ini terjadi banyak kesalahan dalam penggunaan kata acuh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata acuh berarti peduli. Tetapi dalam kenyataannya pengguna bahasa mengira bahwa arti kata acuh adalah tidak peduli. Hal yang mengaburkan makna kata acuh adalah adanya ungkapan "acuh tak acuh" sehngga pengguna bahasa bingung, manakah yang artinya tidak peduli, acuh atau tak acuh. Oleh karena itu mari kita acuh terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang benar.
Mau tau lanjutannya...

Kuatir atau Khawatir?

"Saya tidak pernah merasa kuatir karena memang tidak apa yang perlu saya khawatirkan."

Contoh kalimat di atas adalah contoh kalimat yang diucapkan oleh seseorang yang bimbang dan tidak jelas dengan bahasa yang dia miliki. Di masyarakat terjadi kebingungan mengenai kata manakah yang benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Apakah "kuatir" atau "khawatir"? Dalam KBBI hanya dikenal kata "khawatir" dan keberadaan kata "kuatir" di masyarakat menurut ialah karena pengaruh salah satu bahasa daerah yaitu Bahasa Jawa. Jadi

"Saya tidak pernah merasa kuatir karena memang tidak apa yang perlu saya khawatirkan."

Contoh kalimat di atas adalah contoh kalimat yang diucapkan oleh seseorang yang bimbang dan tidak jelas dengan bahasa yang dia miliki. Di masyarakat terjadi kebingungan mengenai kata manakah yang benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Apakah "kuatir" atau "khawatir"? Dalam KBBI hanya dikenal kata "khawatir" dan keberadaan kata "kuatir" di masyarakat menurut ialah karena pengaruh salah satu bahasa daerah yaitu Bahasa Jawa. Jadi jangan pernah khawatir lagi karena telah ada http://bibing.co.nr .
Mau tau lanjutannya...

Kita??? Loe aje kali!!!

Judul di atas adalah ungkapan umum yang ada ditengah-tengah masyarakat Betawi. Tetapi saat saya renungkan ternyata ungkapan di atas bukan sekadar ungkapan biasa yang digunakan dalam ragam bahas lisan Betawi tetapi juga dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Jika kita cermati baik-baik melalui media massa khususnya media elektronik, kata "kita" dipakai untuk mengungkapkan kata ganti orang pertama jamak dalam kondisi apapun.

Judul di atas adalah ungkapan umum yang ada ditengah-tengah masyarakat Betawi. Tetapi saat saya renungkan ternyata ungkapan di atas bukan sekadar ungkapan biasa yang digunakan dalam ragam bahas lisan Betawi tetapi juga dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Jika kita cermati baik-baik melalui media massa khususnya media elektronik, kata "kita" dipakai untuk mengungkapkan kata ganti orang pertama jamak dalam kondisi apapun. Penggunaan kata "kita" juga tidak memedulikan apakah lawan bicara, jika dalam ragam bahasa lisan, atau orang kedua, jika ragam bahasa tulis, termasuk dalam kesatuan jamak subjek atau pihak yang melakukan perbuatan. Sedarhananya, kata "kita " digunakan jika subjek jamak dan lawan bicara atau orang kedua juga termasuk sebagai subjek. Namun jika lawan bicara atau orang kedua tidak termasuk dalam kesatuan jamak subjek atau mudahnya tidak ikut sebagai pihak yang melakukan perbuatan maka digunakan kata "kami". Tampaknya kata "kami" telah musnah ditelan kata "kita". Mari dengan penuh kesadaran berbahasa yang benar kita bangkitkan kembali kata "kami".

Contoh penggunaan kata kita yang salah:
"Semua tersangka sudah kita interogasi,"kata Kapolsek Ngadiluwih dalam jumpa pers di ruang tahanan.
"Setelah ini kita akan rekaman," ujar vokalis Kelam Band saat ditemui dalam acara Batal Bersama.
Mau tau lanjutannya...

Apakah Kumpulan Orang selalu Disebut Warga?

Kali ini saya kembali ingin menyoroti penggunaan bahasa oleh media massa. Jika Anda perhatikan, media massa saat ini dengan mudahnya menggunakan kata "warga" untuk menyebut kumpulan sejumlah orang. Apakah itu sah-sah saja?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata warga artinya adalah anggota dari sesuatu. Oleh karena itu penggunaan kata warga lebih baik disandingkan dengan

Kali ini saya kembali ingin menyoroti penggunaan bahasa oleh media massa. Jika Anda perhatikan, media massa saat ini dengan mudahnya menggunakan kata "warga" untuk menyebut kumpulan sejumlah orang. Apakah itu sah-sah saja?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata warga artinya adalah anggota dari sesuatu. Oleh karena itu penggunaan kata warga lebih baik disandingkan dengan kelompok tempat si warga menjadi anggota seperti warga Kediri atau warga Jakarta. Namun media massa memukul rata begitu saja semua orang atau perkumpulan orang dengan kata warga padahal KBBI membagi ke dalam beberapa kata untuk menyebut orang atau kumpulan orang antara lain masyarakat dan penduduk. Masyarakat adalah perkumpulan orang yang memiliki suatu kesamaan, sedangkan penduduk adalah orang yang mendiami suatu tempat. Jadi tidak semua perkumpulan orang dapat disebut warga terlebih jika tidak disebut perkumpulannya setelah kata warga.
Menurut pengamatan saya, kebiasaan media massa dalam menggunakan kata warga sudah berlebihan bahkan sering menyebabkan pleonasme. Contoh: Gempa di Tasikmalaya telah merusak ribuan rumah warga. Apakah perlu ada kata warga sebagai keterangan kepemilikan objek? Apa tanpa memasukkan kata warga makna kalimat akan berubah? Tentu tidak karena justru akan membuat kalimat menjadi tidak efisien. Semoga media massa semakin membenahi penggunaan bahasa mereka karena sumber informasi yang paling dekat dengan masyarakat saat ini adalah mereka.
Mau tau lanjutannya...

Adakah Kata Online dalam KBBI?

Kata dalam bahasa Inggris online yang bermakna terhubung dengan jaringan internet sebenarnya telah diserap dalam Bahasa Indonesia dengan metode penerjemahan. Kata ini diterjemahkan menjadi frase "dalam jaringan" yang kemudian diakronimkan menjadi "daring". Jadi alangkah baiknya jika mulai sekarang kita biasakan diri untuk menggunakan kata "daring".

Kata dalam bahasa Inggris online yang bermakna terhubung dengan jaringan internet sebenarnya telah diserap dalam Bahasa Indonesia dengan metode penerjemahan. Kata ini diterjemahkan menjadi frase "dalam jaringan" yang kemudian diakronimkan menjadi "daring". Jadi alangkah baiknya jika mulai sekarang kita biasakan diri untuk menggunakan kata "daring".

Selamat daring, jangan lupa selalu kunjungi http://bibing.co.nr/ . Terima kasih.
Mau tau lanjutannya...

Berlagak Asing tetapi Salah

Saya merasa heran dengan penduduk Indonesia mengapa merasa bahwa bahasa asing adalah lebih indah, lebih baik dan prestisius. Lebih menyedihkannya, kebanyakan masyarakat Indonesia menggunakan kata asing hanya sepenggal-sepenggal dan dipakaikan untuk mengganti kata yang jelas-jelas ada dan baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kekonyolan pun juga sering terjadi

Saya merasa heran dengan penduduk Indonesia mengapa merasa bahwa bahasa asing adalah lebih indah, lebih baik dan prestisius. Lebih menyedihkannya, kebanyakan masyarakat Indonesia menggunakan kata asing hanya sepenggal-sepenggal dan dipakaikan untuk mengganti kata yang jelas-jelas ada dan baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kekonyolan pun juga sering terjadi manakala mereka yang suka menggunakan sepotong kata dalam bahasa asing ternyata salah dalam pengucapannya dan jika ada yang mengucapkan satu kalimat utuh pun tata bahasanya tidak kalah kacau. Sebagai contoh adalah penggantian kata acara dengan kata asing "event". Sesuai petunjuk pelafalan kata dalam kamus Bahasa Inggris, kata "event" diucapkan i-vén(huruf é di sini sama dengan bunyi huruf e pada kata "belek"). Tetapi pada fakta yang banyak saya temui kata ini dilafalkan i-ven(huruf e di sini sama dengan bunyi huruf e pada kata "benar") padahal palafalan ini adalah untuk kata "even" yang artinya adalah bahkan. Jadi, mengapa tidak kita lestarikan bahasa yang konon kita sebut bahas persatuan?
Mau tau lanjutannya...

Bergeming atau Tidak Bergeming?

"Romeo hanya diam dan tidak bergeming menatap keelokan Julianto."
"Penjahat itu bergeming setelah diberi tembakan peringatan oleh polisi."

Pesan apakah yang sebenarnya pembuat kalimat di atas ingin ceritakan tentang hal yang dilakukan oleh subjek? Ya, saya dapat menebak pikiran Anda bahwa sebenarnya pada kedua kalimat di atas pembuat kalimat ingin menunjukkan bahwa baik Romeo maupun penjahat berada dalam kondisi tidak bergerak sama sekali. Namun coba Anda

"Romeo hanya diam dan tidak bergeming menatap keelokan Julianto."
"Penjahat itu bergeming setelah diberi tembakan peringatan oleh polisi."

Pesan apakah yang sebenarnya pembuat kalimat di atas ingin ceritakan tentang hal yang dilakukan oleh subjek? Ya, saya dapat menebak pikiran Anda bahwa sebenarnya pada kedua kalimat di atas pembuat kalimat ingin menunjukkan bahwa baik Romeo maupun penjahat berada dalam kondisi tidak bergerak sama sekali. Namun coba Anda perhatikan kata yang digunakan. Manakah yang menyatakan kondisi tidak bergerak sama sekali, bergeming atau tidak bergeming? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bergeming memiliki arti suatu kondisi atau keadaan tidak bergerak sama sekali. Jadi, perhatikan dengan baik-baik kata yang Anda ucapkan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Mau tau lanjutannya...

Artikel Favorit
There was an error in this gadget

Sambil baca, sambil maen

 

Copyright © 2009 by Bahasa Indonesia